Si doggy
Akhir pekan sebenarnya waktu yang sangat saya tunggu-tunggu, karena sebagai anak kost yang setiap hari harus jauh dari rumah, bisa pulang ke rumah adalah hal yang sangat menyenangkan. Melepas rindu dengan ayah, ibu, dan saudara-saudara di rumah. Juga bisa tidur di kasur kesayangan lagi. Betapa berartinya akhir pekan untuk saya.
Tapi belakangan ini ada yang membuat saya tidak betah pulang ke rumah. Bukan karena suasana rumah yang tidak enak, tapi karena tetangga-tetangga di sekitar rumah sering melepas anjing-anjing peliharaan mereka. Si doggy, betty, dan teman2nya itu seringkali menggonggongi saya saat melintas di depan rumah majikan mereka. Kalau itu saya masih bisa tahan, anjing menggonggong kafilah berlalu :). Tapi sekarang mereka sering bebas lepas dan tak terikat.
Pernah di suatu malam saat beberapa meter lagi sampai ke depan pintu rumah, saya lewat di depan si doggy yang sedang bermalas2an. Tapi tiba2 dia menggonggong agresif mendekati saya dan membuat saya agak trauma (hiperbol). Mungkin dia mengira saya orang asing karena jarang dia lihat. Tapi tetap saja bikin takut, bukan hanya karena giginya, tapi juga sebagai umat muslim saya menghindari repot apabila harus membersihkan air liur anjing2 itu yang harus dicuci tujuh kali dan menggunakan tanah.
Untungnya, sekarang saya agak lega. Karena empunya si doggy sadar akan ketakutan saya, dan dia selalu memeluk doggy dan memeganginya saat saya akan melintas di depan rumahnya. Heh! doggy menyebalkan!

0 Comments:
Posta un commento
<< Home