iL CentroCampisTa

Sisi lain dunia..

domenica, agosto 28, 2005

Cinta Sebenar

Cinta tidak mengenal kata bosan
Kisah percintaan terindah adalah melalui sholat
Ngadu aja sama Dia tentang apa aja masalahmu
Ruku, Sujud adalah mengetuk pintu kebahagiaan...

Secarik bait yang saya temukan menempel di kamarnya Imam Sarjono waktu main ke kamarnya tadi siang...

sabato, agosto 06, 2005

Untuk Yang Sedang Menanti..

Assalammu'alaikum Wr. Wb....

Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take
care... Allah selalu bersama kita.

Calon Istriku...
Masihkah menungguku...? Hm... menunggu,
menanti atau whateverlah yang sejenis dengan itu
kata orang membosankan. Benarkah?!
Menunggu... hanya sedikit orang yang
menganggapnya sebagai hal yang 'istimewa'. Dan
bagiku, menunggu adalah hal istimewa. Karena
banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang
diperoleh dari menunggu. Membaca, menulis,
diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat.

Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk
mengagungkan-Nya, melihat fenomena kehidupan
di sekitar tempat menunggu, atau sekadar
merenungi kembali hal yang telah terlewati. Eits,
bukan berarti melamun sampai angong alias
ngayal dengan pikiran kosong. Karena itu justru
berbahaya, bisa mengundang makhluk dari 'dunia
lain' masuk ke jiwa.

Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat
menunggu. Percayalah bahwa tak selamanya
sendiri itu perih. Ngejomblo itu nikmat, jenderal!
Ups, itu judul tulisanku beberapa waktu lalu.

Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa
lebih produktif. Mumpung waktu kita masih banyak
luang. Belum tersita dengan kehidupan rumah
tangga. Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat
lebih banyak. Karena permasalahan ummat saat
ini pun makin banyak.

Karenanya wahai bidadari dunia...
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang.
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku
menunda. Tapi persoalan yang mendera bangsa ini
kian banyak dan kian rumit. Begitu banyak anak
tak berdosa yang harus menderita karena busung
lapar, kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaber.
Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat
tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini 'sarang
tikus'.

Ditambah lagi bencana demi bencana yang
melanda negeri ini. Meski saat ini hidup untuk diri
sendiri pun rasanya masih sulit. Namun seperti
seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup
untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan.
Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan
adalah pemberian terbaik. Bahwa kita belumlah
hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri.

Calon Istriku...
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah,
janganlah gelisah. Telah kubaca tulisanmu dan aku
mengerti. Betapa merindunya dirimu akan hadirnya
diriku di dalam hari-harimu.

Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu.
Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang.
Karena jalan ini masih panjang. Banyak hal yang
menghadang. Hatiku pun melagu dalam nada
angan. Seolah sedetik tiada tersisakan. Resah hati
tak mampu kuhindarkan. Tentang sekelebat
bayang, tentang sepenggal masa depan. Karang
asaku tiada 'kan terkikis dari panjang jalan
perjuangan hanya karena sebuah kegelisahan.
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil
keputusan. Keputusan besar untuk datang
kepadamu.

Calon Istriku...
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus
keraguan di dalam hatimu. Percayalah padaNYA,
Yang Maha Pemberi Cinta, bahwa ini hanya likuan
hidup yang pasti berakhir. Yakinlah saat itu
pasti 'kan tiba.

Tak usah kau risau karena makin memudarnya
kecantikanmu. Karena kecantikan hati dan iman
yang dicari. Tak usah kau resah karena makin
hilangnya aura keindahan luarmu. Karena aura
keimananlah yang utama. Itulah auramu yang
memancarkan cahaya syurga. Merasuk dan
menembus relung jiwa.

Wahai perhiasan terindah...
Hidupmu jangan kau pertaruhkan. Hanya karena
kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah
pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam
sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti
Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa
hancur dalam waktu sekian hari.

Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil. Kita tak
akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita
inginkan dalam hidup. Pasrahkan inginmu sedalam
kalbu pada tahajjud malammu. Bariskan harapmu
sepenuh rindumu pada istikharah di shalat
malammu. Pulanglah padaNYA, ke dalam
pelukanNYA. Jika memang kau tak sempat
bertemu diriku, sungguh itu karena dirimu begitu
mulia, begitu suci. Dan kau terpilih menjadi ainul
mardhiyah di jannahNYA.

Calon Istriku...
Skenario Allah adalah skenario terbaik. Dan itu
pula yang telah Ia skenariokan untuk kita. Karena
Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang
merenda hari esok seperti yang kita harapkan
nantinya. Untuk membangun kembali peradaban
ideal seperti cita kita.

Calon istriku...
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat
indah 'kan menjelang jua. Saat kita akan disatukan
dalam ikatan indah pernikahan. Apa kabarkah kau
disana? Lelahkah kau menungguku berkelana,
lelahkah menungguku kau disana? Bisa
bertahankah kau disana, tetap bertahanlah kau
disana. Aku akan segera datang, sambutlah
dengan senyum manismu. Bila waktu itu telah tiba,
kenakanlah mahkota itu, kenakanlah gaun indah
itu. Masih banyak yang harus kucari, 'tuk
bahagiakan hidup kita nanti...

Calon istriku...
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang
mengalir. Hatiku terasa kelu dengan derita yang
mendera, kutahan derita malam ini sambil
menghitung bintang. Cinta membuat hati terasa
terpotong-potong. Jika di sana ada bintang yang
menghilang, mataku berpendar mencari bintang
yang datang. Bila memang kau pilihkan aku tunggu
sampai aku datang.

Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan
shalawat. Dan mendo'akanmu agar kau selalu
sehat, bahagia, dan mendapat yang terbaik dari-
Nya. Aku tak pernah berharap kau 'kan merindukan
keberadaanku yang menyedihkan ini. Hanya
dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan
hidup. Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak
hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini. Mungkin kau
tak pernah sadar betapa mudahnya kau 'tuk
dikagumi. Akulah orang yang 'kan selalu
mengagumi, mengawasimu, menjagamu dan
mencintaimu.

Calon Istriku...
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu, hanya bisa
merindukanmu. Dan tetaplah berharap, terus
berharap. Berharap aku 'kan segera datang.
Jangan pernah berhenti berharap. Karena harapan-
harapanlah yang membuat kita tetap hidup.

Bila kau jadi istriku kelak, jangan pernah berhenti
memilikiku dan mencintaiku hingga ujung waktu.
Tunjukkan padaku kau 'kan selalu mencintaiku.
Hanya engkau yang aku harap. Telah lama
kuharap hadirmu di sini. Meski sulit harus
kudapatkan. Jika tidak kudapat di dunia, 'kan
kukejar sang ainul mardhiyah yang menanti di
syurga.

Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu.
Namun sejujurnya, semua itu hanyalah
persinggahan egoku, pelarian perasaanku dan
sikapmu telah meluluhkan jiwaku. Waktu pun terus
berlalu dan aku kian mengerti apa yang akan ku
hadapi dan apa yang harus kucari dalam hidup.

Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini untuk
dirimu yang selalu bijaksana. Aku goreskan syair
sederhana ini, untuk dirimu yang selalu
mempesona. Memahamiku dan mencintaiku apa
adanya. Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku.
Semoga...

Kau terindah di antara bunga yang pernah aku
miliki dahulu
Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku
temui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku
mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku
lewati
Begitu indah kau tercipta bagi Adam
Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak
bisa aku miliki
Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak
bisa aku miliki
......
(Dewi Khayalan - Daun Band)

Ya Allah... ringankanlah, kerinduan yang mendera.
Kupanjatkan sepotong doa setiap waktu, karena
keinginan yang menyeruak di dalam diriku.
Ya Allah... ampuni segala kesilafan hamba yang
hina ini ringankan langkah kami. Beri kami
kekuatan dan kemampuan tuk melengkapkan
setengah dien ini, mengikuti sunnah RasulMu
jangan biarkan hati-hati kami terus berkelana tak
perpenghujung yang hanya sia-sia dengan waktu
dan kesempatan yang telah Engkau berikan.

Wassalamu'alaikum.

Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya, Fillah...
penulis: (biruhati@gmail.com)


Mohon maaf, ini bukan ungkapan hati pribadi,
Hanya sekedar berbagi, untuk yang sedang
menanti