iL CentroCampisTa

Sisi lain dunia..

domenica, ottobre 30, 2005

Si doggy

Akhir pekan sebenarnya waktu yang sangat saya tunggu-tunggu, karena sebagai anak kost yang setiap hari harus jauh dari rumah, bisa pulang ke rumah adalah hal yang sangat menyenangkan. Melepas rindu dengan ayah, ibu, dan saudara-saudara di rumah. Juga bisa tidur di kasur kesayangan lagi. Betapa berartinya akhir pekan untuk saya.

Tapi belakangan ini ada yang membuat saya tidak betah pulang ke rumah. Bukan karena suasana rumah yang tidak enak, tapi karena tetangga-tetangga di sekitar rumah sering melepas anjing-anjing peliharaan mereka. Si doggy, betty, dan teman2nya itu seringkali menggonggongi saya saat melintas di depan rumah majikan mereka. Kalau itu saya masih bisa tahan, anjing menggonggong kafilah berlalu :). Tapi sekarang mereka sering bebas lepas dan tak terikat.

Pernah di suatu malam saat beberapa meter lagi sampai ke depan pintu rumah, saya lewat di depan si doggy yang sedang bermalas2an. Tapi tiba2 dia menggonggong agresif mendekati saya dan membuat saya agak trauma (hiperbol). Mungkin dia mengira saya orang asing karena jarang dia lihat. Tapi tetap saja bikin takut, bukan hanya karena giginya, tapi juga sebagai umat muslim saya menghindari repot apabila harus membersihkan air liur anjing2 itu yang harus dicuci tujuh kali dan menggunakan tanah.

Untungnya, sekarang saya agak lega. Karena empunya si doggy sadar akan ketakutan saya, dan dia selalu memeluk doggy dan memeganginya saat saya akan melintas di depan rumahnya. Heh! doggy menyebalkan!

giovedì, ottobre 27, 2005

Di Pangkuan Ayah dan Ibu..


Saat hening dini hari di Bulan Ramadhan. Ada kerinduan yang tercipta di hati saya, Bulan Ramadhan tahun ini saya jarang pulang ke rumah dan jauh dari orang tua. Namun, hati boleh jauh, tapi hati tetap dekat. Mereka kadangkala menelepon saya untuk membangunkan sahur, sebuah perhatian dari orang tua yang tulus tanpa berharap apa-apa selain kebahagiaan anaknya.

hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
dalam dekap seorang ibu

hanya satu pintaku
tuk bercanda dan tertawa
di pangkuan seorang ayah

apa bila ini
hanya sebuah mimpi
ku selalu berharap
dan tak pernah terbangun

hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
di pangkuan ayah dan ibu


Saya lalu teringat dengan sepotong lirik lagu OST. Untuk Rena yang dinyanyikan oleh Mocca. Lagu lembut yang cukup menyentuh meskipun saya seorang laki-laki. Lagu tersebut mengisahkan kerinduan seorang anak pada ayah dan ibunya. Yah, kasih sayang layaknya kita masih kecil terkadang memang kita butuhkan dari kedua orangtua kita. Apalagi di tengah tekanan pekerjaan dan tugas2 kuliah..

"Mat! Abis Udah. Tamat!"

Satu kalimat pendek dari Anind, teman kuliah, terkirim ke HP saya tadi pagi. Kalimat yang terlalu pendek malah, hingga saya bingung apa arti dari kata-kata itu.

"Mat! Abis Udah. Tamat!".
Saat itu pukul tiga dinihari, waktunya makan sahur. Saya pun segera bersiap untuk makan sahur bareng teman2. Namun setelah saya mengetuk pintu kamar teman saya teringat bahwa ada pertandingan sepakbola liga Italia di TV. Sambil menunggu teman2 mencuci muka saya menghidupkan TV di ruang tengah kos2an kami. TV yang tidak terlalu besar, dengan gambar yang agak buram.


Setelah itu, saya baru sadar apa arti pesan singkat Anind tadi, teman satu klub saya di klub futsal Team PuKiN FEUI. Inter Milan, tim sepakbola favorit kami berdua sedang tertinggal 2-3 dari AS Roma. Keadaan yang membuat hati agak miris karena saya merupakan tifosi Inter sejak 1995. Hingga akhir pertandingan skor tidak berubah, dan saya sahur dengan hati gulana, BT abis!!