iL CentroCampisTa

Sisi lain dunia..

lunedì, marzo 24, 2008

Kabar-Kabar..

Apa kabarnya ya teman2 di luar sana. Setelah hari wisuda berlalu, jaringan komunikasi banyak yang terputus dan satu persatu kawan menghilang dari peredaran, terutama dengan Mereka yang tidak termasuk dalam peer group Saya, atau Saya yang tidak termasuk dalam peer group Mereka. Mungkin perlu sekali dua waktu untuk sekedar menyapa kabar, basa-basi yang berpahala, menyambung tali silaturrahim. Karena jika tanaman tidak disiram, segera akan layu, kering, dan kemudian menghilang tanpa jejak.

Apa kabar dunia,, sekali dua waktu Saya ingin lagi menyapa dunia. Hingga dunia dapat tersenyum menatap Saya..

lunedì, aprile 02, 2007

Ketika Waktu Tak Ingin Berlalu..

Setelah ba'da shalat jumat ujian SPM, jumat malam ini Gue gunakan buat istirahat dan menikmati hidup. Pintu kamar dibuka lebar, kipas angin dinyalakan, dan winamp juga diputar. Setelah itu Gue berbaring di kasur empuk kos2an Gue di PSJ (Pusat Studi Jomblo), setidaknya paha kanan Gue yang uda sebulan cedera bisa rileks dan mudah2an bisa segera sembuh. Hingga tiba giliran saat lagu sahabat sejati dan sebuah kisah klasik untuk masa depan berputar, Gue baru sadar kalo masa-masa indah kuliah di FEUI ini ga lama lagi akan segera berakhir. Rasa2nya baru kemarin Gue lulus SPMB, push-up plus senam surga (namanya aja surga, padahal duduk setengah jongkok yang menyiksa) di lapangan parkir rame2 pas ikut ospek, duduk di kelas dan telat menyadari kalo Gue tergabung di kelas neraka bersama anak2 yang IPKnya menggila, cabut dari kelas buat main futsal dan juara, curhat dan menerima curhatan dari temen2 tentang asmara, dan sebagainya, dan sebagainya.

Kira2 tinggal 10 bulan lagi menjelang hari wisuda, dan itu bukan waktu yang lama. Sekarang Gue ga mau lagi melewati detik2 berharga kumpul bareng temen2 Gue, bersama Paul, Puji, David, Rendy, Imron, Adhit, Tata, Tomo, Peter, Riza, dan Hesa dengan obrolan Kami yang seru tentang sepakbola liga eropa, bersama Sita, Yana, dan Oliv yang dengan senang hati minjemin catatan kuliah buat difotokopi, bersama Anind, Revi, Asep, Manyoi, Jawier, Amy, Richie, Daus, Alan dengan kejayaan Team Pukin di dunia futsal kampus, bersama Sabrina, Ayu, Revy, Rien, Rizki, Retno, Sari, Tiwi, Nur, Nurul Eka, Nurul 'Aini, Rita, Seno, Tika, Seri, Sabiah, dan Reyna yang ga pernah marah kalo Gue kerjain, bersama Sherly, Christina, Villy, Sheilla, dan Vina dengan senyum yang ga pernah hilang dari wajah Mereka setiap hari, bersama Ridwan, Yeni, Yoga, Ela, dan Kim dengan kajian ilmiah yang memacu diri untuk berfikir, bersama Dhini, Ivan, Nu'man, Patrick, Junior, Luluk, dan Rio dengan keceriaan Mereka ngajar di lab, dan bersama Panji, Ba'al, Owbie, Tigor, Domi, dan Aha dengan kebersihan hati yang Mereka punya.

Ketika waktu tak ingin berlalu, detik2 berkumpul bersama Mereka menjadi sangat berarti dan berharga. Di tahun terakhir kuliah ini Gue putuskan untuk menarik diri dari semua kesibukan organisasi dan kepanitiaan, supaya Gue punya lebih banyak waktu untuk bercanda tawa sama temen2 Gue, menikmati masa-masa kuliah yang indah, yang mungkin suatu saat nanti akan sangat Gue rindukan. Selamat Ujian Tengah Semester buat semuanya..

venerdì, gennaio 12, 2007

Jangan Diambil Sekali

Tim sepakbola FEUI kembali latihan senin sore lalu, pertandingan latihan kali ini menghadapi tim satpam & karyawan FEUI.
"Pemain belakang Wawan, Erik, Asep, Anind. Di tengah Gue, Rachmat, Reza, Gayuh, sama Windu. Depan Putu sendirian." Kata Hendrik, anak ekstensi memberi instruksi. Gue si oke-oke aja, emang posisi favorit Gue main bola ada di posisi centrocampista atau midfielder alias pemain tengah.
"Trus, kipernya siapa?" Sahut salah satu diantara Kami.
"O iya Gue lupa, kiper-kiper pada kemana ni. Wan, lu jadi kiper ya. Mat, lu turun ke belakang, di sayap kanan." Kata Hendrik lagi.
Yah, gagal Gue main di tengah. Pada akhirnya harus balik ke posisi asli sebagai bek sayap.

Pertandingan berjalan seru, saling menyerang ganti-gantian. Beberapa peluang gagal dimanfaatkan penyerang FEUI, bikin kaki Gue gatel aja pengen maju ke depan. Sampai akhirnya kesempatan yang ditunggu tiba, Gue overlapping dari sayap kanan ke kotak penalti lawan dan Putu ngasi bola terobosan yang langsung Gue tendang ke pojok kanan atas gawang Pak Irawan, satpam FEUI berbadan besar. Dan.. GOOOOLLLLLL!! Satu kecupan manis pada logo FEUI di seragam latihan Gue (biasanya Gue ngecup bendera merah putih di seragam Team Pukin, tapi lagi nggak pake) menandai perayaan gol Gue di lapangan hijau setelah 3 tahun lamanya nggak bikin gol.

Setelah itu pertandingan tampak lebih berat buat Gue, gara-gara maju ke depan terus. Posisi Gue di sayap kanan jadi pusat serangan tim lawan. Mana Gue udah capek banget. Insting pemain depan Gue yang agresif nggak bisa dipake buat jadi pemain belakang. Bola di kaki pemain lawan selalu pengen Gue ambil sekali tanpa perhatiin pemain lawan lain yang Gue jaga. Ya.. sekitar 4-5 kali pemain lawan ngasi crossing dari posisi Gue yang udah Gue tinggal karena ngambil bola di kaki lawan dengan terburu-buru. Alhamdulillah gawang Kami tetap nggak kebobolan dan menang 2-0 (satu gol lagi dari Reza) atas karyawan & satpam.

Besok harinya, Anind dengan bangganya ngasi tau Gue tentang prinsip-prinsip jadi pemain belakang menurut fantasista:
1. Jangan menumpukan berat badan ke depan.
2. Pemain belakang harus selalu siap lari kejar bola.
3. Jangan ambil sekali bola di kaki lawan.
4. Koordinasi sama pemain belakang lain kalo mau ngerebut bola.
5. Cepet balik ke belakang kalo abis maju bantu serangan.
Ternyata poin 3, 4, dan 5 telah Gue langgar.

Mungkin setelah gol yang Gue buat, rating 9 yang muncul. Tapi setelah serangan bertubi-tubi dari posisi yang Gue jaga. Rating Gue mungkin tinggal 6 atau 5. Ternyata hati tak bisa berdusta, Gue mau main di tengah lagi..

sabato, dicembre 09, 2006

Hujan

Lirik lagu Tasya, si imut yang lucu.. Enak didenger di kos asmbil tidur2an bareng kipas angin pas hujan turun menyirami Depok. Miss u so much Let =)

Hujan rintik-rintik..
Turun rintik-rintik..
Di halaman di jalan,
turun rintik-rintik..
Ambilkan payung,
untuk berlindung..
Hujan turun hujan rintik-rintik..

Hujan rintik-rintik..
Turun tak terhenti..
Di bawah rintik hujan,
payung warna-warni..
Seperti jamur,
yang tumbuh subur..
Disirami hujan rintik-rintik..

Hujan, hujan, dimana-mana
Di jalan di halaman semua basah
Hujan, hujan, tak henti-henti..
Hujan, hujan, lebat sekali..

Hujan, hujan, bukan kepalang
Di jalan di halaman air tergenang
Hujan, hujan, sepanjang hari..
Hujan, hujan, deras sekali..

lunedì, dicembre 04, 2006

Team Pukin: Kita Nggak Kalah, Kita Juara 2!!

Kata-kata "Kalah" hanya milik pecundang, yang bertanding untuk kalah, yang tertunduk kepalanya seusai pertandingan. Siang tadi Kita nggak kalah, Team Pukin tidak didirikan untuk Kalah, Kita hanya belum menang, dan kepala yang tegak seusai pertandingan menandakan bahwa Kita did't deserve to lose, Kita Juara 2. We have shown all our best and the crowd have sounded their appreciation. Kita mengakhiri tahun ini dengan 2 gelar juara, juara 1 Pra Maker Cup 2006 dan Juara 2 Intern Games 2006. Memang sayang Kita nggak bisa menyandingkan dua gelar juara 1 tersebut, tapi Kita main bagus koq. Bener kata Anind, seandainya tinggi Revi 180an, mungkin hasilnya berbeda, hehe..

Kalau dari Gue pribadi, rada unhappy akhir2 ini soalnya dipaksa jadi pemain belakang. Maksudnya dimaklumin kalo ada blunder2 dikit coz itu bukan posisi terkuat Gue. Gue pemain depan yang biasanya ngeluarin tendangan salto, gocek2 orang, trus bikin gol dan naluri Gue untuk jadi defender awkward banget. Jadi maaf2 kalo gol ketiga Galau tadi siang gara2 Gue telat nutup bola. Arrggghh...!! Diomelin Asep lagi dah.. Tapi Gue bayar pake gol Gue juga kan?? Thaks udah ngembaliin naluri gol Gue. Sangat sulit nerima kenyataan bahwa Gue harus nunggu setahun buat bisa bikin gol lagi buat Team Pukin. Tapi semua udah berlalu and I really am happy..

Let's continue our hard work. Kita hanya perlu banyak latihan main bareng, sambil siap2 buat pertahanin gelar juara pra maker cup tahun depan nih. Selamat liburan semuanya.. Selamat kembali ke dunia nyata dengan jadwal kuliah yang padat dan yang jadi panitia SEconD 2007 ayo yang semangat kerjanya ya..

Let's show the world, we are the real champions..
For: Anind (pompa air rumah lu gimana nind), Revi (180 cm Vi, semangat2), Alan (Kapan presentasi lagi Lan), Asep (Jangan ngomelin Gue terus dong Sep), Jawier (Baju Gue mana Wir), Dendi (Banyak2 latihan lagi Nak), Amy (abis golin jangan bikin kasus lagi), Richie (hope you still with us in the next competitions), Dani (clean sheet lagi dong Dan), dan Daus (Beli baju Ijo ya, biar ga beda warna kalo main)..

martedì, novembre 21, 2006

BIARKANLAH HARI-HARI BERBUAT…

Biarkanlah hari-hari berbuat apa saja sesukanya,
Dan lapangkanlah jiwamu jika taqdir telah diputuskan
Janganlah engkau berkeluh kesah dalam menghadapi musibah,
Karena tidak ada suatu musibah yang kekal di dunia ini
Jadilah engkau seorang yang tabah dalam menghadapi musibah,
Perangaimu pemaaf dan tepat janji
Jika engkau mempunyai banyak aib dihadapan manusia,
Dan (engkau tahu) rahasia dirimu adalah penutupnya,
Tutuplah aibmu dengan kedermawanan,
Karena kedermawanan itu penutup segala aib
Janganlah engkau tampakkan kelemahan diri pada musuhmu,
Karena kegembiraan musuh (terhadap musibah yang menimpamu) merupakan bala’
Dan janganlah engkau mengharapkan pemberian orang bakhil/kikir,
Karena tidak mungkin di dalam api terdapat air bagi orang yang dahaga
Dan sikap perlahan-lahan tidak akan mengurangi rezkimu,
Demikian pula kepayahan tidak akan menambah rezkimu
Tidak ada kesedihan yang kekal (di dunia ini),
Begitu pula (tidak akan kekal) kebahagiaan, penderitaan dan kesenangan
Jika engkau orang yang mempunyai hati qana’ah (menerima apa yang ada)
Maka engkau dan seorang raja di dunia, tidak ada bedanya
Barangsiapa didatangi kematian,
Maka bumi dan langit tidak akan dapat menjaganya
Bumi Allah itu luas, akan tetapi bumi yang luas ini menjadi sempit jika kesusahan menimpa.
Fotenote: Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 20 Th.IV Jumadil Awwal 1427 H

giovedì, novembre 09, 2006

A Real Mess

I find my self in a real mess today. I wake up late in the morning then miss the 8th session of Advance Accounting subject. When i see a board score, my "Perpajakan 2" mid test result shows that i have to do an extra hard work if i want to get an A for that subject. In the evening i am failed to show my best performance for my team (Team Pukin) in the friendly big match against Nankatsu, which ended 3-3 draw. I missed a couple of good chances in front of the goal when my shoots just wide and my half-volley kick just over the bar.

I find my self in a real mess today, but tomorrow is always a new day. I will wake up early in the morning tomorrow, then open the new chapter of my day..

Forza..

giovedì, novembre 02, 2006

Give the best for the last..

Besok adalah Ujian Tengah Semester hari terakhir. Pagi Pasar dan Lembaga Keuangan, siangnya auditing. Semangat Rachmat!! Setelah besok bisa main Football Manager lagi..

lunedì, ottobre 30, 2006

Continue Like This..

Inter were simply brilliant this night, gives unforgottable euforia for the team and their fans. Let's continue to play football like this. Playing with our heart and sense of loving football. Milan 3, Inter 4.. And we are the winner of the 265th Milan derby..


Inter starting line up for derby Milan

Crespo opens the scoring by a header to the far post

Ibra makes it 3-0 for Inter after Stankovic brilliant goal

Materazzi makes it 4-1 for Inter before being sent off

Goal celebration at Giueseppe Meazza

Figo salutes the Inter Fans after Materazzi's goal

A jubilant Inter, let's continue playing like this..

sabato, settembre 09, 2006

Senja Itu Berkata Lain,,

Mungkin awalnya Gue harus minta maaf sama semua mahasiswa almamater abu-abu, almamater ekonomi. Sore itu saat yang nggak pernah terbayangkan dalam hidup dan kehidupan Gue. Saat kapten melihat Gue dan bertanya.
"Mat, lu berani ambil tendangan penalti nggak?"
Keadaan saat itu memang luar biasa, tekanannya luar biasa. Saat ada dua tim yang bermain sama baiknya, namun harus ditentukan siapa tim yang berhak lolos ke babak berikutnya. Saat itu, Gue diberi dua pilihan yang bisa Gue pilih.

"Katakan TIDAK, dan semua tekanan itu akan berakhir. Katakan TIDAK, dan Gue nggak bakal disalahin kalo tim Gue kalah hari itu. Katakan TIDAK, maka Gue hanya akan lari dari suatu masalah tanpa pernah mencoba menyelesaikannya. Katakan TIDAK, dan Gue nggak akan pernah belajar dari sebuah tantangan dan bagaimana menyelesaikannya. Katakan TIDAK, dan Gue tidak akan pernah menjadi dewasa, karena Gue nggak pernah berani ambil risiko jadi penendang penalti."

Dan saat itu sebuah kalimat lantang keluar dari mulut Gue.
"OKE! Gue ambil tendangan penalti."
Bahkan Gue sendiri nggak tau apa yang membuat Gue berani ambil risiko digebukin orang sekampus kalo tendangan Gue gagal. Gue masih inget, bolanya bercorak merah. Sesaat Gue pegang dan Gue taro di titik putih tanpa memandang penjaga gawang lawan. Tujuan Gue cuma satu, pojok kanan bawah gawang teknik, itu aja.

"Bismillah.."
Suara teriakan pendukung teknik terus mengusik kedamaian Gue saat eksekusi bersejarah itu. Gue tendang dengan kaki kanan dan...gagal ;-(
Teknik berpesta, dan ekonomi yang sudah berjuang tanpa lelah sampai babak adu penalti itu harus pulang, tidak dengan rasa hina, tapi dengan kepala tegak. I always give my best on the pitch, my all for the team. Maafin Gue ya ekonomi, especially almamater FEUI. Senja itu berkata lain,,

sabato, novembre 19, 2005

Siaran pertama di Radio

Jumat sore itu saya on air di Radio Telekomunikasi Cipta Universitas Indonesia (RTC UI) 107.9 FM. Saya cuma mengudara sebentar, namanya juga penyiar tamu, lagi dapet tugas buat mempromosikan acara Tax Seminar and Training FEUI. Sempet grogi juga, padahal ga keliatan wajah kalau siaran di radio. Udah gitu cakupan siaran radio UI ini cuma se-Depok. Dan yang denger saya siaran pun hanya teman2 satu kampus yang saya beritahu bahwa saya mau naik siaran sore itu, hehe..

Ga banyak kata2 terucap sore itu, bukan karena grogi apalagi malu. Tapi karena kelupaan bawa draft apa aja yang mau dipromosikan dari TST . Intinya sih, saya jadi ketagihan mau siaran lagi. Tapi lagi nunggu biar cukup umur dulu. Baru umur 19 soalnya, umur 21 baru bisa apply jadi penyiar. Cita2 mengudara di i-radio 89.6 FM, karena telinga saya ga familiar dengan lagu-lagu dari negeri paman sam. I love Indonesia :)

mercoledì, novembre 16, 2005

Sebuah surat untuk pecinta Team PuKiN


Suatu hari, sebuah panzer besar pernah menembakkan amunisinya ke arah garuda, sang garuda pun terkulai saat itu. Namun kini setelah garuda menyembuhkan luka2nya, sang garuda datang lagi dan mencabik-cabik panzer..

Apa coba, ilustrasi di atas malah bikin bingung ya? Pokoknya rencana balas dendam Team PuKiN FEUI 2004 (garuda) buat Panzer Bandit (FEUI 2002) sukses besar. Meskipun sedikit kacau karena harus gantian lapangannya. Team PuKiN unggul 2 gol tanpa balas lewat kaki Jawier. Sayangnya, saya ga sempet main pas lawan Panzer Bandit karena telat dateng, trus keburu selesai pertandingannya karena lapangannya harus gantian.

Setelah itu, pertandingan dilanjutkan dengan sistem deadmatch (ga ngerti juga), tim yang kalah dua gol langsung diganti. Dari 5 pertandingan Team PuKiN berhasil menang 4 kali. Sore yang indah karena kami bisa bermain futsal bersama2 lagi setelah libur puasa dan lebaran. Kakak2 Panzer, kapan2 main lagi ya. Btw, Wir, gw ga nulis kan kalo gw bikin gol salto. Hehe..

martedì, novembre 15, 2005

Saatnya membalas Panzer!!

Team PuKiN akan bertanding dalam pertandingan persahabatan melawan Panzer Bandit sore ini pukul 16.30 di lapangan parkir B FEUI Depok. Pertarungan yang penuh dengan aroma dendam karena 8 bulan lalu, tepatnya Maret 2005, Team PuKiN harus takluk di tangan Panzer Bandit di babak perdelapan final Maker Cup lewat drama adu penalti, 3-2 (3-3).

Rekaman pertandingan perdelapan final Maker Cup 2005:
Team PuKiN vs Panzer Bandit 3-3 (2-3 ap)
Gol:
Rachmat_TP (2) 1-0
Asep_TP (8) 2-0
Ga tau siapa_PB (15) 2-1
Rachmat_TP (26) 3-1
Kentong_PB (33) 3-2
Kentong_PB (37) 3-3

Adu penalti:
Jawier_TP (gagal) 0-0
Sugi_PB (gol) 0-1
Alan_TP (gol) 1-1
Kentong_PB (gol) 1-2
Anind_TP (gol) 2-2
Ga tau siapa_PB (gagal) 2-2
Amy_TP (gagal) 2-2
Febry_PB (gol) 2-3


Team PuKiN akan mengenakan kostum hijau strip hitam dengan logo bendera merah putih di dada sebelah kiri, dan tulisan FEUI di belakang kerah leher.

Prakiraan formasi Team PuKiN sore nanti:
14. Dani (kiper)
12. Asep
10. Anind
22. Jawier
23. Amy
8. Revi
4. Rachmat
3. Andry (new player)
18. Bayu (kiper, new player)

Note:
Alan 80% dipastikan absen karena alasan non-teknis
Dicky 90% dipastikan absen karena sulit dihubungi

teampukin.blogspot.com

mercoledì, novembre 02, 2005

Selamat Idul Fitri ya..


Di hari raya ini, seluruh isi rumah gotong royong beres2 rumah. Saya kebagian bantuin bapak motong ayam. Rencananya sih ibu mau bikin opor ayam, menu wajib lebaran, hehe.. Yah, selamat idul fitri deh buat semua, Taqobalallahu minna wa minkum..


Kemarin Ramadhan tinggal sehari
Kini ia telah pergi
Semoga amal ibadah kita diterima 4WI,
dan tahun depan dipertemukan lagi dengan ramadhan


Amiin..!!

domenica, ottobre 30, 2005

Si doggy

Akhir pekan sebenarnya waktu yang sangat saya tunggu-tunggu, karena sebagai anak kost yang setiap hari harus jauh dari rumah, bisa pulang ke rumah adalah hal yang sangat menyenangkan. Melepas rindu dengan ayah, ibu, dan saudara-saudara di rumah. Juga bisa tidur di kasur kesayangan lagi. Betapa berartinya akhir pekan untuk saya.

Tapi belakangan ini ada yang membuat saya tidak betah pulang ke rumah. Bukan karena suasana rumah yang tidak enak, tapi karena tetangga-tetangga di sekitar rumah sering melepas anjing-anjing peliharaan mereka. Si doggy, betty, dan teman2nya itu seringkali menggonggongi saya saat melintas di depan rumah majikan mereka. Kalau itu saya masih bisa tahan, anjing menggonggong kafilah berlalu :). Tapi sekarang mereka sering bebas lepas dan tak terikat.

Pernah di suatu malam saat beberapa meter lagi sampai ke depan pintu rumah, saya lewat di depan si doggy yang sedang bermalas2an. Tapi tiba2 dia menggonggong agresif mendekati saya dan membuat saya agak trauma (hiperbol). Mungkin dia mengira saya orang asing karena jarang dia lihat. Tapi tetap saja bikin takut, bukan hanya karena giginya, tapi juga sebagai umat muslim saya menghindari repot apabila harus membersihkan air liur anjing2 itu yang harus dicuci tujuh kali dan menggunakan tanah.

Untungnya, sekarang saya agak lega. Karena empunya si doggy sadar akan ketakutan saya, dan dia selalu memeluk doggy dan memeganginya saat saya akan melintas di depan rumahnya. Heh! doggy menyebalkan!

giovedì, ottobre 27, 2005

Di Pangkuan Ayah dan Ibu..


Saat hening dini hari di Bulan Ramadhan. Ada kerinduan yang tercipta di hati saya, Bulan Ramadhan tahun ini saya jarang pulang ke rumah dan jauh dari orang tua. Namun, hati boleh jauh, tapi hati tetap dekat. Mereka kadangkala menelepon saya untuk membangunkan sahur, sebuah perhatian dari orang tua yang tulus tanpa berharap apa-apa selain kebahagiaan anaknya.

hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
dalam dekap seorang ibu

hanya satu pintaku
tuk bercanda dan tertawa
di pangkuan seorang ayah

apa bila ini
hanya sebuah mimpi
ku selalu berharap
dan tak pernah terbangun

hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
di pangkuan ayah dan ibu


Saya lalu teringat dengan sepotong lirik lagu OST. Untuk Rena yang dinyanyikan oleh Mocca. Lagu lembut yang cukup menyentuh meskipun saya seorang laki-laki. Lagu tersebut mengisahkan kerinduan seorang anak pada ayah dan ibunya. Yah, kasih sayang layaknya kita masih kecil terkadang memang kita butuhkan dari kedua orangtua kita. Apalagi di tengah tekanan pekerjaan dan tugas2 kuliah..

"Mat! Abis Udah. Tamat!"

Satu kalimat pendek dari Anind, teman kuliah, terkirim ke HP saya tadi pagi. Kalimat yang terlalu pendek malah, hingga saya bingung apa arti dari kata-kata itu.

"Mat! Abis Udah. Tamat!".
Saat itu pukul tiga dinihari, waktunya makan sahur. Saya pun segera bersiap untuk makan sahur bareng teman2. Namun setelah saya mengetuk pintu kamar teman saya teringat bahwa ada pertandingan sepakbola liga Italia di TV. Sambil menunggu teman2 mencuci muka saya menghidupkan TV di ruang tengah kos2an kami. TV yang tidak terlalu besar, dengan gambar yang agak buram.


Setelah itu, saya baru sadar apa arti pesan singkat Anind tadi, teman satu klub saya di klub futsal Team PuKiN FEUI. Inter Milan, tim sepakbola favorit kami berdua sedang tertinggal 2-3 dari AS Roma. Keadaan yang membuat hati agak miris karena saya merupakan tifosi Inter sejak 1995. Hingga akhir pertandingan skor tidak berubah, dan saya sahur dengan hati gulana, BT abis!!

domenica, agosto 28, 2005

Cinta Sebenar

Cinta tidak mengenal kata bosan
Kisah percintaan terindah adalah melalui sholat
Ngadu aja sama Dia tentang apa aja masalahmu
Ruku, Sujud adalah mengetuk pintu kebahagiaan...

Secarik bait yang saya temukan menempel di kamarnya Imam Sarjono waktu main ke kamarnya tadi siang...

sabato, agosto 06, 2005

Untuk Yang Sedang Menanti..

Assalammu'alaikum Wr. Wb....

Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take
care... Allah selalu bersama kita.

Calon Istriku...
Masihkah menungguku...? Hm... menunggu,
menanti atau whateverlah yang sejenis dengan itu
kata orang membosankan. Benarkah?!
Menunggu... hanya sedikit orang yang
menganggapnya sebagai hal yang 'istimewa'. Dan
bagiku, menunggu adalah hal istimewa. Karena
banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang
diperoleh dari menunggu. Membaca, menulis,
diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat.

Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk
mengagungkan-Nya, melihat fenomena kehidupan
di sekitar tempat menunggu, atau sekadar
merenungi kembali hal yang telah terlewati. Eits,
bukan berarti melamun sampai angong alias
ngayal dengan pikiran kosong. Karena itu justru
berbahaya, bisa mengundang makhluk dari 'dunia
lain' masuk ke jiwa.

Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat
menunggu. Percayalah bahwa tak selamanya
sendiri itu perih. Ngejomblo itu nikmat, jenderal!
Ups, itu judul tulisanku beberapa waktu lalu.

Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa
lebih produktif. Mumpung waktu kita masih banyak
luang. Belum tersita dengan kehidupan rumah
tangga. Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat
lebih banyak. Karena permasalahan ummat saat
ini pun makin banyak.

Karenanya wahai bidadari dunia...
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang.
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku
menunda. Tapi persoalan yang mendera bangsa ini
kian banyak dan kian rumit. Begitu banyak anak
tak berdosa yang harus menderita karena busung
lapar, kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaber.
Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat
tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini 'sarang
tikus'.

Ditambah lagi bencana demi bencana yang
melanda negeri ini. Meski saat ini hidup untuk diri
sendiri pun rasanya masih sulit. Namun seperti
seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup
untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan.
Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan
adalah pemberian terbaik. Bahwa kita belumlah
hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri.

Calon Istriku...
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah,
janganlah gelisah. Telah kubaca tulisanmu dan aku
mengerti. Betapa merindunya dirimu akan hadirnya
diriku di dalam hari-harimu.

Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu.
Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang.
Karena jalan ini masih panjang. Banyak hal yang
menghadang. Hatiku pun melagu dalam nada
angan. Seolah sedetik tiada tersisakan. Resah hati
tak mampu kuhindarkan. Tentang sekelebat
bayang, tentang sepenggal masa depan. Karang
asaku tiada 'kan terkikis dari panjang jalan
perjuangan hanya karena sebuah kegelisahan.
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil
keputusan. Keputusan besar untuk datang
kepadamu.

Calon Istriku...
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus
keraguan di dalam hatimu. Percayalah padaNYA,
Yang Maha Pemberi Cinta, bahwa ini hanya likuan
hidup yang pasti berakhir. Yakinlah saat itu
pasti 'kan tiba.

Tak usah kau risau karena makin memudarnya
kecantikanmu. Karena kecantikan hati dan iman
yang dicari. Tak usah kau resah karena makin
hilangnya aura keindahan luarmu. Karena aura
keimananlah yang utama. Itulah auramu yang
memancarkan cahaya syurga. Merasuk dan
menembus relung jiwa.

Wahai perhiasan terindah...
Hidupmu jangan kau pertaruhkan. Hanya karena
kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah
pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam
sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti
Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa
hancur dalam waktu sekian hari.

Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil. Kita tak
akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita
inginkan dalam hidup. Pasrahkan inginmu sedalam
kalbu pada tahajjud malammu. Bariskan harapmu
sepenuh rindumu pada istikharah di shalat
malammu. Pulanglah padaNYA, ke dalam
pelukanNYA. Jika memang kau tak sempat
bertemu diriku, sungguh itu karena dirimu begitu
mulia, begitu suci. Dan kau terpilih menjadi ainul
mardhiyah di jannahNYA.

Calon Istriku...
Skenario Allah adalah skenario terbaik. Dan itu
pula yang telah Ia skenariokan untuk kita. Karena
Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang
merenda hari esok seperti yang kita harapkan
nantinya. Untuk membangun kembali peradaban
ideal seperti cita kita.

Calon istriku...
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat
indah 'kan menjelang jua. Saat kita akan disatukan
dalam ikatan indah pernikahan. Apa kabarkah kau
disana? Lelahkah kau menungguku berkelana,
lelahkah menungguku kau disana? Bisa
bertahankah kau disana, tetap bertahanlah kau
disana. Aku akan segera datang, sambutlah
dengan senyum manismu. Bila waktu itu telah tiba,
kenakanlah mahkota itu, kenakanlah gaun indah
itu. Masih banyak yang harus kucari, 'tuk
bahagiakan hidup kita nanti...

Calon istriku...
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang
mengalir. Hatiku terasa kelu dengan derita yang
mendera, kutahan derita malam ini sambil
menghitung bintang. Cinta membuat hati terasa
terpotong-potong. Jika di sana ada bintang yang
menghilang, mataku berpendar mencari bintang
yang datang. Bila memang kau pilihkan aku tunggu
sampai aku datang.

Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan
shalawat. Dan mendo'akanmu agar kau selalu
sehat, bahagia, dan mendapat yang terbaik dari-
Nya. Aku tak pernah berharap kau 'kan merindukan
keberadaanku yang menyedihkan ini. Hanya
dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan
hidup. Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak
hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini. Mungkin kau
tak pernah sadar betapa mudahnya kau 'tuk
dikagumi. Akulah orang yang 'kan selalu
mengagumi, mengawasimu, menjagamu dan
mencintaimu.

Calon Istriku...
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu, hanya bisa
merindukanmu. Dan tetaplah berharap, terus
berharap. Berharap aku 'kan segera datang.
Jangan pernah berhenti berharap. Karena harapan-
harapanlah yang membuat kita tetap hidup.

Bila kau jadi istriku kelak, jangan pernah berhenti
memilikiku dan mencintaiku hingga ujung waktu.
Tunjukkan padaku kau 'kan selalu mencintaiku.
Hanya engkau yang aku harap. Telah lama
kuharap hadirmu di sini. Meski sulit harus
kudapatkan. Jika tidak kudapat di dunia, 'kan
kukejar sang ainul mardhiyah yang menanti di
syurga.

Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu.
Namun sejujurnya, semua itu hanyalah
persinggahan egoku, pelarian perasaanku dan
sikapmu telah meluluhkan jiwaku. Waktu pun terus
berlalu dan aku kian mengerti apa yang akan ku
hadapi dan apa yang harus kucari dalam hidup.

Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini untuk
dirimu yang selalu bijaksana. Aku goreskan syair
sederhana ini, untuk dirimu yang selalu
mempesona. Memahamiku dan mencintaiku apa
adanya. Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku.
Semoga...

Kau terindah di antara bunga yang pernah aku
miliki dahulu
Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku
temui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku
mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku
lewati
Begitu indah kau tercipta bagi Adam
Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak
bisa aku miliki
Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak
bisa aku miliki
......
(Dewi Khayalan - Daun Band)

Ya Allah... ringankanlah, kerinduan yang mendera.
Kupanjatkan sepotong doa setiap waktu, karena
keinginan yang menyeruak di dalam diriku.
Ya Allah... ampuni segala kesilafan hamba yang
hina ini ringankan langkah kami. Beri kami
kekuatan dan kemampuan tuk melengkapkan
setengah dien ini, mengikuti sunnah RasulMu
jangan biarkan hati-hati kami terus berkelana tak
perpenghujung yang hanya sia-sia dengan waktu
dan kesempatan yang telah Engkau berikan.

Wassalamu'alaikum.

Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya, Fillah...
penulis: (biruhati@gmail.com)


Mohon maaf, ini bukan ungkapan hati pribadi,
Hanya sekedar berbagi, untuk yang sedang
menanti